pahlawan lokal kan emang ga sejitu pahlawan luar kan----> maka dari itu, gua sekarang lagi di posisi itu. gila! gua heran kenapa orang bisa jadi pahlawan bahkan mereka belum tentu bisa jadi pahlawan bagi dirinya sendiri.
pahlawan bagi dirinya sendiri
mungkin bersyukur masih menjadi titik fokus gua saat ini. bukan mungkin, memang. hidup gua emang datar, saking datarnya gua sampe bilang "ck, udah datar banget gini masih aja ada yang bisa dipermasalahin", yak justru ternyata datar adalah masalahnya. 1 kelebihan atas kesadaran gua ini, doa gua di jawab oleh Tuhan "kenapa kok hidup gue dataaaaaar banget??" nah karena ada masalah ini, jadi ga datar kan. Tuhan emang (Y)
suram, suram, dan suram. sering banget gua menganggap hari hari gua suram. suram bukan karena SATU hal, tapi BANYAK. namun demikian karena saking banyaknya kesuraman yang melanda gua itu, cuma ada 1/2 yang masih mau gua pikirin. dari banyak kesuraman gua itu, gua menarik kesimpulan bahwa, hidup benar-benar berputar.
benar-benar berputar.
bukan sekedar kalo ada orang ngmg gini terus responnya "hmmm iya iya, pasti ada kalanya kita di bawah ada kalanya kita di atas". bukan. tapi hidup MEMANG berputar, dan kejadian yang ada di hidup ini pasti SEPUTAR, itu itu aja. right? hmm, dalam kata lain, masalah yang dihadapi pernah dialami, walau berbeda pasti perbedaannya ga besar. palingan juga "cuma bedanya..... kalo dulu gua...... nah sekarang...." ya ya pasti kita semua menyadari itu.
sekarang, gua tuh selalu mikir "gila ya, ini ini lagi masalahnya". berasa makin datar, karena gua dapet masalah yang sama. pusing gua. gua menganggap hal hal kayak gini ini, yang gini gini aja, adalah hal yang (sepertinya) tidak penting. dan gua semakin mikir, kalo ini semua karena awal yang salah.
awal yang salah; "kalo gua sekarang ga ada di jakarta, pasti ga perlu kan mikirin hal hal (yang harusnya) ga penting kayak gini" , oh tapi, apakah di luar jakarta sana gua tidak akan menemukan hal yang sama? gua belom nemuin jawabannya
hmmm. gua emang ga merencanakan ini semua kan, gua emang ga mau dari wala. tapi kembali, *sigh* yasudhalah. nasi udah jadi bubur basi (udah terlanjur banget, kakaknya bubur) tetap, gua harus bisa dan berjuang untuk bersyukur!!
gua cuma berharap, dari apa yang gua dapet sekarang, nantinya emang 2x lipat pendapatan yang gua terima. AMIN AMIN AMIN. dan untuk permasalah kali ini, ironinya, tidak ada yang bisa gua andalkan! dan yang paling bisa diandalkan, dimana paaaling sulit adalah diri sendiri.
oh ya, dan, dengan kesimpulan2 gua di atas, gua merasa seperti Local Hero dalam konteks menjadi pahlawan dalam diri gua sendiri, memecahkan perang batin yang gua keluhkan pada diri gua sendiri.
So pals, have we become a hero for ourself yet?